Karena kaum perokok memiliki rasa sosial solidaritas yang tinggi, biasanya yang dibela adalah nasib para buruh rokok jika sampai ada fatwa rokok itu haram. Bagaimana nasib buruh pabrik rokok?.

Ada semacam doktrin bahwa rokok di Indonesia dibuat dengan cara manual seperti foto di atas. Jadi seakan-akan Industri Rokok di Indonesia menyerap banyak tenaga kerja. Kuno sekali pabrik rokok di Indonesia :twisted: padahal foto diatas adalah produksi rokok kretek, bukan rokok putih yang sekarang menguasai perokok.
Padahal faktanya, karena upah buruh naik, biaya cukai juga naik dan masuknya pemodal asing. Serta ditambah angka bahwa perokok semakin banyak yang bengek dan membuat rokok kretek kurang laku.

Sekarang rokok di Indonesia dibuat dengan mesin robot yang hampir tidak perlu buruh. Terutama rokok putih dan mild yang sekarang merajai pasar karena memang menyasar para ABG yang masih belajar merokok.
Sebuah mesin pembuat rokok bisa menghasil 4.000.000 (empat juga) batang rokok perhari :O wow tenin. Dan berikut video cara pembuatan rokok.
Maka enggak heran bila Sampoerna baru saja memecat 4.000 buruhnya. Masih mau bilang bahwa alasan merokok karena peduli pada buruhnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar